Dosa Dayyuts

Dosa Besar Ke-27

الْقَوَّادُ الْمُسْتَحْسِنُ عَلَى أَهْلِهِ

Menuntun Keluarganya kepada Tindakan Keji

Kitab Al-Kabair karya Imam Adz-Dzahabi rahimahullah
Syarah Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah

Halaman 1 dari 2

Daftar Isi
  1. Makna al-qawwad
  2. Betapa buruknya zina, apalagi menuntun orang kepadanya
  3. Tiga golongan yang tidak masuk surga
  4. Siapakah dayyuts?
  5. Pelajaran yang bisa dipetik

Menuntun keluarga kepada tindakan keji, termasuk sifat dayyuts, adalah dosa besar kedua puluh tujuh dari 77 dosa besar yang disebut Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabair, setelah hakim yang jahat. Tulisan ini merangkum syarah Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.

Allah berfirman:

وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“…Dan pezina perempuan tidak pantas menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik. Yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” (QS. An-Nur: 3)

Makna Al-Qawwad

Menurut Syaikh Abdur Razzaq, Imam Adz-Dzahabi selanjutnya menyebutkan dosa besar yang kedua puluh tujuh: الْقَوَّادُ الْمُسْتَحْسِنُ عَلَى أَهْلِهِ “orang yang menuntun keluarganya kepada tindakan keji”.

IstilahMakna
الْقَوْدُ (al-qawd)Asal kata al-qawwad, artinya membawa dan menuntun seseorang ke suatu tempat.
الْقَوَّادُ (al-qawwad) atau الْجَرَّارُ (al-jarrar)Dalam terminologi syariat: orang yang menuntun dan menyeret orang lain untuk melakukan perbuatan keji, baik keluarganya sendiri maupun orang lain, laki-laki ataupun perempuan.

Tindakan seperti ini termasuk dosa besar. Orang yang menunjukkan kepada keburukan sama seperti orang yang melakukannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim:

وَمَنْ دَعَا إِلَى الضَّلَالَةِ

“Dan siapa yang mengajak kepada kesesatan, (maka ia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya).”HR. Muslim

Dalil-dalil umum ini mencakup buruknya tindakan mengajak keluarga atau orang lain untuk berbuat keji.

Betapa Buruknya Zina, Apalagi Menuntun Orang kepadanya

Menurut Syaikh Abdur Razzaq, firman Allah dalam QS. An-Nur: 3 menunjukkan betapa berbahayanya tindakan keji ini. Banyak orang membenci pelakunya. Di mata manusia, perempuan pezina tidak diterima oleh lelaki yang menjaga dirinya. Tidak ada yang meridhai wanita pezina selain lelaki pezina sepertinya, atau lelaki musyrik. Ini menunjukkan haramnya perbuatan tersebut bagi orang-orang beriman.

Titik nadir keburukan

Jika zina seburuk ini, bagaimana seseorang bisa menjadi penuntun bagi orang lain untuk melakukannya, padahal Allah telah mengharamkannya dan menjelaskan keburukannya? Bagaimana seseorang bisa sampai pada titik nadir keburukan hingga menjadi penyeru orang lain kepada perbuatan keji ini, perbuatan dosa yang dihukum Allah dengan hukuman hadd di dunia, di samping hukuman pedih di akhirat kelak?

Tiga Golongan yang Tidak Masuk Surga

Diriwayatkan dari Sulaiman bin Bilal, dari Abdullah bin Yasar Al-A’raj, ia berkata: Salim bin Abdillah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالدَّيُّوثُ، وَرَجُلَةُ النِّسَاءِ

“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyuts (lelaki yang membiarkan perbuatan keji terjadi di tengah-tengah keluarganya), dan perempuan yang menyerupai lelaki.” (HR. Ahmad dan Al-Bazzar)

Sanad hadits ini shahih. Namun para perawi mengatakan: dari ayahnya, dari Umar, dengan sanad yang tersambung hingga Nabi ﷺ (marfu’).

Imam Adz-Dzahabi berkata: “Oleh karena itulah, siapa yang mengira istrinya berbuat keji namun mengabaikannya karena alasan cinta kepadanya, berarti ia lebih hina daripada lelaki yang menyetubuhi istrinya. Tidak ada baiknya seorang lelaki yang tidak punya rasa cemburu.”

Al-‘Aqq li walidaihi

Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Lihat bab durhaka kepada kedua orang tua.

Ad-Dayyuts

Lelaki yang membiarkan perbuatan keji terjadi di tengah keluarganya. Inilah yang menjadi target dalil bab ini.

Rajulatun nisa’

الرَّجُلَةُ وَالْمُتَرَجِّلَةُ adalah wanita yang menyerupai lelaki dari segi pakaian dan penampilan. Lihat dosa besar berikutnya.

Catatan naskah

Pada ucapan Imam Adz-Dzahabi “mengabaikannya karena alasan cinta kepadanya”, dalam naskah lain disebutkan tambahan teks: atau karena ia menanggung utang kepada istrinya, atau karena maharnya terlalu berat, atau karena ia memiliki banyak anak yang masih kecil, yang membuat istrinya mengadu kepada hakim dan menuntutnya agar menanggung biaya mereka.

Siapakah Dayyuts?

Menurut Syaikh Abdur Razzaq, Imam Adz-Dzahabi menyebutkan hadits tentang tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga, dan yang menjadi target dalil adalah golongan kedua, yaitu dayyuts.

Definisi dayyuts

Dayyuts adalah lelaki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istri dan wanita mahramnya, sehingga membiarkan kekejian terjadi di tengah keluarganya. Ia tidak peduli, tidak terusik, tidak marah, dan tidak pula mempedulikan keluarganya yang melakukan perbuatan keji, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Siapa yang sifatnya seperti ini berarti ia lelaki dayyuts, dan ia termasuk golongan yang tidak akan masuk surga, sebagaimana sabda Nabi ﷺ di atas.

Al-qawwad dan ad-dayyuts

Imam Adz-Dzahabi menyebut di judul bab: الْقَوَّادُ الْمُسْتَحْسِنُ عَلَى أَهْلِهِ

Al-qawwad

Pihak yang menyeret keburukan bagi keluarganya ataupun bagi orang lain.

Ad-dayyuts

Lelaki yang menganggap baik tindakan keji yang dilakukan keluarganya.

Nash-nash yang disebutkan Imam Adz-Dzahabi mencakup kedua-duanya.

Pelajaran yang Bisa Dipetik

  1. Al-qawwad adalah orang yang menuntun dan menyeret orang lain, keluarganya atau selainnya, kepada perbuatan keji; ini termasuk dosa besar.
  2. Orang yang menunjukkan kepada keburukan sama seperti pelakunya, dan siapa yang mengajak kepada kesesatan menanggung dosa orang-orang yang mengikutinya.
  3. Zina sangat buruk dan diharamkan bagi orang beriman; menjadi penuntun orang lain kepadanya adalah titik nadir keburukan.
  4. Tiga golongan tidak masuk surga: anak yang durhaka kepada orang tua, dayyuts, dan perempuan yang menyerupai lelaki.
  5. Dayyuts adalah lelaki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istri dan mahramnya, membiarkan bahkan menganggap baik kekejian di keluarganya.
  6. Lelaki yang mengira istrinya berbuat keji namun mengabaikannya karena cinta lebih hina daripada lelaki yang menyetubuhi istrinya; tidak ada kebaikan pada lelaki yang tidak punya rasa cemburu.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita rasa cemburu yang terpuji, menjaga keluarga kita dari perbuatan keji, dan menjadikan kita pemimpin keluarga yang menuntun mereka kepada kebaikan. Aamiin.

Rujukan: Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi, Al-Kabair, syarah Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. Edisi terjemahan 77 Dosa Besar, bab “Dosa Besar Ke-27: Menuntun Keluarganya kepada Tindakan Keji”, hlm. 315–317.

Seluruh ayat dan hadits dikutip sebagaimana dibawakan dalam kitab tersebut.

Catatan: Tulisan ini hanya ringkasan. Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan pemahaman yang lebih utuh, bacalah langsung kitabnya.

Lihat daftar lengkap 77 dosa besar (Al-Kabair) →