Kajian Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily, – Kebahagiaan dan Kesengsaraan hidup setiap orang memiliki arti yang berbeda-beda, namun dalam islam ada 1 rujukan penting dimana ia adalah suri tauladan yang ketika berbicara pasti adalah wahyu bukan berdasarkan hawa nafsu. Ia adalah Nabi Muhammad ﷺ yang perkataannya pasti dibenarkan. Kata Nabi ﷺ:

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah (kalau untuk wanita tentunya lelaki/suami yang sholeh), tempat tinggal yang luas/lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah) , kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit. (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)
4 Perkara Kebahagiaan Dunia
- Wanita solehah:
- Dimana ketika engkau melihatnya engkau merasa senang karena ia berusaha menyenangkan suaminya,
- Dan engkau merasa aman atas rumahmu dan kehormatanmu jika engkau tidak di rumah
- Ditambah lagi jika engkau masuk ke rumahmu engkau merasa senang
- Dan engkau merasa tenang ketika pergi meninggalkan rumahmu karena ia akan menjaga rumahmu
- Hatimu pun menjadi tentram terhadap apa yang ada di rumahmu
- Rumah yang luas: Rumah yang luas dan memiliki banyak fasilitas mendukung yang dibutuhkan manusia adalah sebab kebahagiaan.
- Tetangga yang baik: Tetangga yang senang dan mendukung kamu dalam kebaikan dan berusaha menutupi aib kamu dan menasehati kamu ketika lalai.
- Kendaraan yang nyaman
4 Perkara Kesengsaraan Dunia
- Wanita yang buruk
- Rumah yang sempit
- Tetangga yang buruk: Tetangga yang merasa senang ketika kamu susah dan merasa susah ketika kamu mendapatkan kesenangan.
- Kendaraan yang tidak nyaman
Semoga Allah berikan taufik dan perlindungan kepada kita semua. Aamiin, barakallahu fiikum.